Sepeda yang disediakan pun memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari berjok rendah yang cocok dikendarai anak-anak hingga jok agak tinggi yang sesuai untuk orang dewasa.
Layanan sepeda gratis itu, yang didominasi warna ungu dan kuning, dapat ditemui di tujuh titik di kawasan Monas. Sepeda juga dilengkapi GPS sehingga bisa dilacak keberadaannya demi keamanan.
Meski tampak mudah digunakan, masih banyak pengunjung yang kesulitan untuk bisa menggunakan layanan “bike sharing” itu.
“Dari tadi saya coba tapi susah untuk ‘unlock’ sepedanya. Mungkin sinyal saya sedang jelek atau bagaimana, nanti saya coba lagi,” kata salah satu pengunjung, Irwan (31).
Pengunjung lain, Anti (19), juga mengalami kesulitan membuka kunci sepeda. Namun, setelah dibantu beberapa pengguna lain, ia bisa menggunakan layanan tersebut.
“Tadi agak susah tapi setelah dibantu sudah bisa ‘unlock’. Lumayan, jadi bisa keliling Monas dengan sepeda gratis,” ujarnya.
(Wisnu/Ant)
Artikel ini ditulis oleh:
Antara
















