Jakarta, Aktual.co —Salah satu prinsip Pendidikan untuk Pembangunan berkelanjutan (PPB) adalah bertindak kepada lingkungan secara total. Yakni, secara alami dan mengembangkan sosial, ekonomi, politik, sejarah, moral dan estetika.
Demikian dinyatakan Rini R. Adriani, Koordinator Pendidikan Lingkungan dari WWF Indonesia, dalam presentasi untuk Konferensi Pendidik Nasional (National Educators Conference) 2015 di Jakarta. Rangkaian kegiatan konferensi itu berlangsung di kampus Universitas Sampoerna pada 29-31 Mei 2015.
Menurut Rini, sejak 2008 WWF Indonesia telah mempraktikkan PPB di wilayah Jantung Kalimantan (Heart of Borneo), kemudian meluas ke Papua dan Sumatera. Jantung Kalimantan adalah inisiatif tiga negara: Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia.
Ketiganya ingin mengelola kawasan hutan tropis dataran tinggi di Borneo, yang didasarkan pada prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
Tujuannya adalah untuk mempertahankan dan memelihara keberlanjutan manfaat salah satu kawasan hutan hujan terbaik yang masih tersisa di Borneo, untuk kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.
Praktik PPB itu dilakukan melalui berbagai kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas pendidik, termasuk pengawas, serta pendampingan penerapan pendekatan menyeluruh (whole school approach) PPB.

()