Maulana Syarif Sidi Syaikh Dr. Yusri Rusydi Sayid Jabr Al Hasani saat menggelar Ta’lim, Dzikir dan Ihya Nisfu Sya’ban (menghidupkan Nisfu Say’ban) di Ma’had ar Raudhatu Ihsan wa Zawiyah Qadiriyah Syadziliyah Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Nasab merupakan salah satu hal yang sangat penting di dalam ajaran Islam. Nasab bisa didapatkan hanga melalui sebuah pernikahan yang sah, selain itu seperti perzinahan dengan banyak laki-laki akan membuat kacau sebuah Nasab.

Maulana Syekh Yusri hafidzahullah Ta’la wa ra’ah menjelaskan bahwa keluarga adalah merupakan awal dari sebuah masyarakat, sehingga kehancuran masyarakat adalah berawal dari rusaknya tatanan undang-undang usrah (keluarga).

Diantara sebab kerusakan ini adalah dengan cara mempermainkan nasab (garis keturunan), dengan diperbolehkannya hubungan yang bebas antara laki-laki dan peremputan tanpa adanya ikatan pernikahan dan penyimpangan-penyimpangan yang menjadi penyakit masyarakat. Semua ini adalah merupakan dampak dari modernisasi barat yang sangat membahayakan umat islam.

Sebagaimana telah disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW bahwa hari kiamat itu akan terjadi pada suatu masa, dimana keadaan manusia itu sudah sangat rusak akhlaknya dan hancur moralnya. Baginda Nabi SAW menta’birkannya dalam sabdanya:

وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

“Dan yang tersisa adalah mereka orang-orang yang paling buruk (akhlak dan moralnya), mereka berhungan badan di dunia ini seperti keledai-keledai, lalu terjadilah kiamat itu pada diri mereka,” (HR. Muslim).

Baginda Nabi SAW melihat mereka dengan mata ruhaniyah, karena segala hal di mata ruhaniyah baginda adalah satu, tidak madhi (masa lampau) dan mustaqbal (masa yang akan datang).

Seperti baginda Nabi menceritakan tentang umat-umat terdahulu, kisah para Nabi-Nabi, serta apa saja yang akan terjadi sebelum hari kiamat itu datang. Mereka mencukupkan diri dengan sejenisnya, munculnya penyimpangan-penyimpangan fitrah manusia dan hilangnya rasa malu pada diri mereka.

Banyak sekali orang-orang dari bangsa barat yang tidak mengenal siapa bapak mereka, dikarenakan hubungan bebas yang tidak terikat dengan peraturan pernikahan yang sah.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)