Jakarta, Aktual.com – Sejumlah anggota DPR ikut berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa ummat islam yang menuntut keadilan penegakan hukum terkait kasus penistaan agama oleh gubernur nonaktif Basuko Tjahaja Purnama alias Ahok. Para wakil rakyat tersebut akan menyambangi titik-titik demonstran sekitar wilayah Monas dan Istana Negara.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengungkapkan pada Jumat, (28/10) lalu, ketika ada delegasi dari para ulama dan ormas, ada 5 orang yang meminta pimpinan DPR untuk turut hadir ke Masjid Istiqlal bersama elemen rakyat yang berunjuk rasa.
“Sebagai salah satu fungsi DPR adalah pengawasan kami menerima. Saya juga sebagai wakil ketua bidang korpolkam tentu ikut mengawasi apa yang terjadi dipenegakan hukum. Kita lihat bahwa ada persoalan penegakan hukum yang dirasakan masyarakat kurang baik,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/11).
Fadli juga menuturkan, selain dengan Wakil Ketua DPR lainnya, yakni Fahri Hamzah, sejumlah anggota DPR lainnya juga ikut dalam aksi hari ini.
“Banyak yang ikut. Ada dari beragam fraksi,” tutur dia.
Menurut Fadli, kasus penistaan agama yang kini telah ditangani Bareskrim Mabes Polri harus segera diproses hukum. Sebab, kata dia, sudah banyak yurisprudensinya.
“Di sini kita liat bahwa aparat penegak hukum tidak menegakkan hukum secara wajar, begitu juga dengan presiden yang biasanya berusaha menegakkan hukum tapi tidak ada gerakan,” jelas Fadli
“Kita tidak mau ada kejahatan karena ada pembiaran,” tambah Waketum Partai Gerindra ini.
Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 menyatakan Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
“Sehingga dengan demikian, tidak boleh ada warga negara yang diistimewakan dan yang lain didiskriminasi. Persoalan ini enggak akan ada kalau penegak hukum berjalan dengan wajar dan lumrah,” tegas Fadli.
Fadli memperkirakan, aksi unjuk rasa pada kali ini merupakan aksi demonstrasi terbesar pada tahun ini. Karena itu, ia berharap aksi bisa berjalan tanpa kerusuhan.
“Dan saya kira datang dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan semua ini bisa berjalan tertib dan damai,” katanya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mengaku banyak masyarakat di dapilnya yang mempertanyakan peran pengawasan DPR, terkait kasus pelecehan agama tersebut. Itulah, yang menjadi alasan dirinya untuk mengikuti aksi hari ini.
“Dapil saya di Bandung, Cimahi. Beberapa hari ini saya terus diundang masyarakat kota Bandung. Kalau kemarin mempertanyakan soal bareskrim, mereka sekarang mempertanyakan peran pengawasan DPR terhadap lambatnya proses kasus ini,”
“Itu sebabnya saya hadir di tengah-tengah mereka. Dan saya hadir di Istana. Bahwa kami ikut mengawal proses penegakkan hukum,” pungkas Sodik.
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan

















