Jakarta, Aktual.co — Direktur Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengatakan, kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditempuh pemerintah merupakan jebakan batman.
Sebab, kata Marwan, saat itu pula pemerintah mencabut subsidi BBM jenis premium
“Saya bilang ini jebakan batman. Pas harga turun rakyat sih happy-happy saja, tapi di situ ada kebijakan pencabutan subsidi,” kata Marwan saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/1).
Pencabutan subsidi BBM oleh pemerintah akan menjadi bumerang ketika harga minyak dunia kembali normal diangka 90-100/ dolar per barel.
“Kalau nanti harga minyak normal lagi di kisaran 90-100 dolar per barel, itu harganya BBM jenis premium bisa mencapai Rp11 ribu/liter karena tak ada subsidi,” jelasnya.
“Karena itu Marwan berharap kebijakan penghapusan subsidi BBM ini kembali ditinjau ulang oleh pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai aspek,” pungkasnya.
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh: