Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI, Inas N. Zubir

Jakarta, aktual.com – Politisi Hanura, Inas N Zubir mengatakan, keberadaan ideologi yang menyimpang dari ajaran islam suatu hal yang tak bisa disangkal. Dimana penyimpangan itu mengakibatkan penentangan terhadap ideologi negara dan tindak terorisme.

Semangat jihad yang disalahkan maknanya telah mengakibatkan banyak korban dan meresahkan masyarakat.

“Semangat berjihad oleh penganut ideologi menyimpang tersebut telah melahirkan bukan saja kelompok-kelompok teroris tapi juga teroris lone wolf,” kata dia secara tertulis, Jumat (18/10).

Kemudian mengenai perbandingan insiden Papua dan kejadian penusukan Menkopolhukam, menurut Inas dua hal itu berbeda dan tak bisa disamakan.

Menurutnya, penusukan Wiranto bagian dari aksi terorisme akibat paham keislaman yang menyimpan. Sedangkan rusuh Papua tak terlepas dari peristiwa sejarah Papua itu sendiri.

“Kerusuhan di Wamena bukan disebabkan oleh adanya penyimpangan dalam memahami agama tertentu, melainkan disebabkan oleh konflik yang berkepanjangan sejak 1961 akibat ulah Belanda yang menghembuskan semangat pembentukan Negara Papua Barat yang lepas dari Indonesia, sedangkan Abu Rara, pelaku penusukan Wiranto diduga telah terpapar ideologi yang menyimpang tersebut diatas,” tuturnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar semua pihak berhenti melakukan penyangkalan atas fakta penyimpangan pemahaman ajaran islam dan lebih fokus melakukan pembenahan.

“Apabila dari hasil penyelidikan dan penyidikan polisi bahwa Abu Rara memang benar terpapar oleh ideologi penyimpangan ajaran Islam, maka para tokoh Islam, Ulama dan Ustadz jangan lagi membuat narasi-narasi penyangkalan, akan tetapi harus segera melaksanakan ijtima untuk mencari serum yang mampu mengeliminir meluasnya ideologi penyimpangan ajaran Islam tersebut,” pungkas dia.

(Zaenal Arifin)