Jakarta, Aktual.co — Pembangunan infrastruktur guna memacu kemajuan Aceh, akan digenjot pemerintah terus, terutama di sektor air dan perumahan.
“Prioritas pembangunan infrastruktur di Aceh meliputi jalan, infrastruktur terkait air dan perumahan,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono di Banda Aceh, Minggu malam (8/3).
Basuki menyebutkan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur di Aceh cukup besar. Contoh, waduk di Jalan Pante Bahagia Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, yang awal pembangunannya akan diresmikan Presiden Joko Widodo.
“Waduk ini akan mampu menampung air hingga 16 juta meter kubik dengan nilai investasi sekitar Rp1,7 triliun,” katanya.
Waduk itu, jelas Basuki juga dapat menghasilkan energi listrik berdaya 6,4 Mega Watt. “Tidak begitu besar tapi akan berguna sekali untuk irigasi dan pengendalian banjir,” katanya.
Sementara itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah juga menggarisbawahi harapan masyarakat Aceh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur. “Selama ini pembangunan di Aceh yang sangat lambat sehingga perlu percepatan pembangunan jalan, waduk, bendungan, dan pencetakan lahan pertanian,” katanya.
Kebutuhan masyarakat Aceh, menurut Gubernur NAD ini sesuai dengan visi dan misi Presiden Jokowi. “Kami juga mengharapkan masuknya investor untuk mengembangkan kawasan khusus Sabang,” katanya.
Dalam kunjungan ke Aceh, Presiden Jokowi dijadwalkan mengunjungi PT Arun di Lhokseumawe terkait dengan proyek regasifikasi di bekas kilang PT Arun. Selasa (10/3) Presiden dijadwalkan meninjau progres pembangunan Waduk Paya Seunara di Sabang dan Pelabuhan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) di Teluk Sabang.
Selanjutnya, Presiden Jokowi dijadwalkan menuju Kilometer Nol Sabang untuk meluncurkan logo peringatan 70 tahun Indonesia Merdeka.
Artikel ini ditulis oleh:












