Jakarta, Aktual.co — Komisi IV DPR RI mengatakan bahwa hingga saat ini Indonesia belum melakukan impor beras dari negara manapun. Oleh karenanya, persebaran beras sintetis (plastik) yang diduga berasal dari negara Tiongkok harus dipastikan benar sumbernya oleh Kementerian Pertanian (Kementan).
“Sampai saat ini belum ada izin impor beras, izin impor yang pernah diumumkan oleh Menteri Perdagangan hanya antisipasi dari pemerintah tapi belum dilakukan sampai sekarang,” ujar Ketua Komisi IV DPR, Edhie Prabowo, di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5).
Sampai saat ini, lanjutnya, baru ada rekomendasi impor beras dari menteri pertanian, namun belum direalisasi. Edhie menekankan, langkah terbaik saat ini melakukan investigasi asal beras sintetis dan penanganannya kedepan.
“Kita tak usah malu kecolongan seperti ini, Komisi IV minta menteri pertanian mengecek ulang jenis-jenis produk yang melewati mereka, sedetail-detailnya,” katanya.
Politisi Gerindra ini menambahkan, pemerintah dan publik tak bisa dengan cepat mengambil kesimpulan dan menuduh negara tertentu sebagai dalang dibalik beredarnya beras sintetis.
Pasalnya, mungkin saja terdapat sekelompok orang yang sengaja membuat gaduh dan memanfaatkan suasana.
“Kita tidak mau berasumsi atau berspekulasi, pemerintah harus tegas siapa yang melakukannya, bahan plastik ini sangat berbahaya,” tuturnya
Selain itu, investigasi dan tindakan hukum harus dilakukan secara tuntas. Dirinya meminta kementan bekerja sama dengan polisi, TNI serta pihak-pihak yang menyatakan kemunculan beras sintetis sebagai teror pangan harus ditanggapi dengan pikiran jernih.
Dijelaskan, mentan menyatakan sudah bertindak menangani masalah ini.
Artikel ini ditulis oleh:












