Jakarta, Aktual.co — Penghitungan hasil pemilihan suara Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) diwarnai ketegangan. Antara lain akibat protes dari kubu Hatta Radjasa yang merangsek ke depan lokasi penghitungan suara.
Alhasil, proses penghitungan suara pun sempat dihentikan. Saat itu baru 104 suara yang terhitung dengan keunggulan sementara bagi Zulkifli Hasan. Protes kubu Hatta saat itu karena mereka menduga ada suara Hatta yang tak dihitung.
Tidak terima dengan aksi kubu Hatta, pendukung Zulkifli Hasan pun ikut merangsek ke depan. Namun, berkat kesigapan panitia akhirnya para pendukung Zulkifli urung maju ke depan.
Karena, panitia penghitungan suara dengan segera mengimbau semua pendukung dari kedua kubu agar tidak maju ke depan, sebab sudah ada saksi dari kedua kandidat yang sejak awal telah bertugas di depan. “Saksi dari kedua kubu sudah ada di depan,” katanya.
Namun karena terus mendapat protes, panitia pun akhirnya bersedia melakukan penghitungan ulang. “Baik, kita ulang penghitungan. Tolong dibacakan pelan-pelan,” kata panitia tadi.
Kongres IV PAN ini mulai tegang sejak pembukaan, karena mantan ketua umum pertama PAN Amien Rais sempat menyindir Ketum demisioner PAN Hatta Rajasa. Amien meski tidak menyebut nama, namun tersirat menyatakan Hatta berbohong soal pertemuan dengan Joko Widodo dan Surya Paloh tahun 2014 lalu.
“Saya mau meluruskan satu hal. Saya jamin tanggal 30 September malam hari, di sebuah kantor DPP partai menengah terjadi rapat harian. Sang ketum katakan akan menemui teman-teman KMP (Koalisi Merah Putih),” kata Amien saat berpidato dalam pembukaan Kongres hari Sabtu (28/2/2015).
Amien dalam pidato di The Westin Hotel Nusa Dua, Bali ini, menuturkan sang ketum yang dimaksudnya itu pun bergegas meninggalkan rapat. Tapi begitu dipantau dari pemberitaan media massa kemudian, ternyata sang ketum bukan menemui pimpinan KMP seperti yang didalihkan.
“Sejam kemudian di detik.com, ketum bukan temui KMP tapi ketemu Paloh bertemu Jokowi. Siapa ketum itu saya lupa namanya,” ujar Amien, yang juga Ketua MPP (Majelis Pertimbangan Pusat) PAN itu. Karena itu, lanjut Amien di dalam pidatonya, “Kita lurus jangan bohong, apa adanya. Insya Allah PAN maju.”
Atas sindiran Amien itu, Hatta yang hadir dalam pembukaan, tidak menanggapi. Rona wajahnya malah tampak datar. Meski tak menyebut nama ketum yang dimaksud, sindiran itu jelas ditujukan kepada dirinya yang pada September 2014 bertemu dengan Jokowi di rumah Surya Paloh. Pertemuan yang semula dirahasiakan itu, kemudian sempat diendus dan diberitakan oleh berbagai media.
Artikel ini ditulis oleh:

















