Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) akan membangun dua terminal penerima gas alam cair terapung (floating storage and regasification unit / FSRU) skala kecil di Cilacap, Jateng dan Cilamaya, Jabar.  Kapasitas dua FSRU (unit gudang apung dan pengisian gas) itu masing-masing direncanakan 70 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

“FSRU ini dibuat bertahap mulai dari 70 MMSCFD. Semacam modul yang bisa ditambah kapasitasnya,” ujar Salis Aprilian, Senior Vice President Engineering and Operation Pertamina, di Jakarta, Senin (20/10).

Menurut dia, FSRU Cilacap sudah mendapatkan persetujuan investasi akhir (final investment decision/FID) Konstruksi FSRU Cilacap dimulai akhir 2015 dan direncanakan selesai pembangunannya pada pertengahan 2017. Namun, dirinya belum mau berkomentar perkiraan investasi proyek.

Ia hanya mengatakan, FSRU Cilacap akan menyuplai kebutuhan kilang milik BUMN tersebut, pabrik semen Holcim, dan sejumlah industri lainnya di Cilacap dan sekitarnya.

Pasokan LNG FSRU Cilacap direncanakan berasal dari dalam negeri seperti Kilang Tangguh dan Bontang, dan menyusul blok yang dikelola ENI dan Chevron, maupun impor. Sementara, FSRU Cilamaya belum memperoleh persetujuan FID.

“Cilamaya ini untuk industri dan pembangkit yang dibangun Pertamina bekerja sama dengan mitra yang berlokasi di koridor Cirebon-Jakarta,” ujarnya.

Pembangunan FSRU Cilamaya, lanjutnya, akan disesuaikan dengan pelabuhan yang direncanakan pemerintah di wilayah sama. Di luar kedua FSRU tersebut, Pertamina juga akan membangun terminal penerima LNG di Bojanegara, Banten.

Proyek yang merupakan kerja sama Pertamina dengan pihak lain tersebut berlokasi di darat dengan kapasitas sekitar 400-500 MMSCFD.

“Saat ini, sedang studi kelayakan,” ujarnya.

Pertamina merencanakan pelelangan terminal LNG Bojanegara bisa dimulai 2015 dengan target konstruksi dua tahun, sehingga pada 2018 sudah terbangun.

“Salah satu pasar Bojanegara ini adalah KS (PT Krakatau Steel),” katanya

()

(Eka)