Petugas mengawasi pemindahan pekerja dari FSO Aberkha Pertamina menuju kapal uang akan mengunjungi Poleng Processing Platform (P3) milik Pertamina EP yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) di kawasan lepas Pantai Barat Madura, Jawa Timur, Minggu (6/9). Pertamina berencana melakukan 20 pengeboran sumur eksplorasi, naik dari rencana semula yang hanya sembilan sumur eksplorasi pada 2016. Hal itu dilakukan guna menambah cadangan dan produksi minyak. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/15

Jakarta, Aktual.com — Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro menyatakan bahwa Pertamina segera ambil alih pengelolaan dua blok migas di wilayah Kalimantan yakni East Kalimantan dan Blok Sangasanga yang kontraknya akan berakhir pada 2018 mendatang.

Menurutnya, akuisisi dua blok ini akan membuat pengelolaan migas di wilayah Kalimantan lebih terintegrasi dan meningkatkan efisiensi karena ada beberapa fasilitas Pertamina lain.

“Di sana kan kita ada existing facility seperti kilang LNG Badak, Kilang Balikpapan dan onshore Blok Sangasanga PT Pertamina EP. Jika integrasi baik bisa hasilkan efisiensi,” kata Wianda, Minggu (15/5).

Seperti diketahui saat ini Blok East Kalimantan dioperatori oleh Chevron Indonesia Company. Kondsi terakhir bersaran produksinya sekitar 18.000 bopd. Sementara Vico Indonesia adalah operator Blok Sangasanga dengan produksi 39.000 bopd.

Wianda mengungkapkan bahwa Pertamina telah mengajukan proposal ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (RSDM) dalam upaya merealisasikan rencana pengembangan kedua blok tersebut.

“Pertamina telah ajukan kepada pemerintah untuk mempelajari dan mengkaji secara teknis dan komersial,” papar Wianda.

Kedua blok di Kalimantan yang segera dialih kelola ini melengkapi Blok Mahakam yang akan diakuisisi dari Total E&P. Sektor hulu memang masih menjadi fokus pengembangan Pertamina dengan Capex sebesar 3,5 Milliar Dollar AS.

(Arbie Marwan)