Jakarta, Aktual.co — Pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) dan Total E&P Indonesie segera bekerja sama melakukan masa transisi pengelolaan Blok Mahakam, Kaltim, hingga akhir kontrak pada 2017.

Kepala Unit Pengendalian Kinerja Kementerian ESDM Widhyawan Prawiraatmadja usai rapat bersama Pertamina dan Total mengatakan masa transisi diperlukan agar Pertamina bisa mengelola Mahakam setelah 2017.

“Kami fasilitasi agar mereka (Pertamina-Total) segera siapkan proses transisi Blok Mahakam sampai nanti pada 2017 beralih ke Pertamina,” ujarnya di Jakarta, (8/12).

Ia berharap Pertamina segera mengajukan proposal pengelolaan Mahakam pasca-2017.

“Dengan demikian, kami bisa cepat putuskan Blok Mahakam, lalu transisi bisa segera dilakukan dan produksi juga tidak turun,” katanya.

Widhyawan yang akrab disapa Wawan itu mengatakan, dalam masa transisi akan dibicarakan hal-hal teknis seperti rencana kerja dan anggaran (work program and budget/WP&B) 2015 sampai 2017. Masa transisi, lanjutnya, juga dibicarakan apakah Pertamina akan mengelola 100 persen Mahakam atau berkolaborasi dengan Total.

“Kalau kontrak diputus pada 2017, artinya Total tidak investasi lagi. Pertamina juga sudah harus siap-siap,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah memberikan keleluasaan kepada Pertamina untuk mengelola Mahakam sendiri atau bekerja sama dengan Total.

“Kami tunggu Pertamina bilang ‘saya mau 100 persen’ dengan syarat terbaik buat negara dan produksi tidak turun,” katanya.

Opsi 100 persen Pertamina juga bisa saja dilakukan, lanjutnya, kalau skema kolaborasi dengan Total tidak memberikan keuntungan bagi Pertamina dan juga negara.

“Kalau tidak dapat apa-apa, kenapa mesti ikutkan Total,” ujarnya.

Menurut Wawan, Total juga tetap harus memenuhi kewajiban investasi Mahakam khususnya biaya operasi dan pemeliharaan hingga 2017.

“Itu tanggung jawabnya sebagai RPO (reliable and prudent operator),” katanya.

Pertamina sudah mengirim surat resmi kesiapan mengelola 100 persen Mahakam setelah 2017 kepada Menteri ESDM Sudirman Said. BUMN migas itu memiliki kemampuan teknis dan finansial mengelola Blok Mahakam. Pertamina juga punya pengalaman meningkatkan produksi blok lepas pantai ONWJ dan WMO pascapengambilalihan. Saat ini, Pertamina sedang melakukan “data room” Mahakam untuk memahami kondisi teknis dan operasional dari wilayah kerja tersebut.

()

(Eka)