Semarang, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) mengklaim operasi pasar yang digalakkan di tingkat agen maupun pangkalan wilayah MOR IV Jateng-DIY selama beberapa pekan mampu menekan kelangkaan elpiji 3 kilogram. Hal itu ditandai dengan terjual sebanyak 92.963 tabung periode Mei 2015.

External Relation Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Robert MV Dumatubun mengatakan selain menekan kelangkaan, juga menambah dan memenuhi pasokan kebutuhan elpiji subsidi agar harga jual normal sampai pada tingkat pengecer.

“Kita lakukan operasi pasar bersama jajaran dari tingkat pemerintah camat, lurah, RW/ RT untuk menginformasikan agar untuk mendapatkan elpiji sesuai harga resmi. Langkah-langkah itu bisa menekan normalisasi harga dan kelangkaan,” ujar Robert usai sidak bersama rombongan wartawan di salah satu pangkalan Semarang, Kamis (28/5).

Menanggapi kelangkaan elpiji memasuki bulan suci Ramadhan, pihaknya sangat serius melakukan pengawasan dan langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi, serta memberikan kenyamanan masyarakat dengan kegiatan operasi pasar.

Dalam melakukan OP, pihaknya menggandeng pemerintah daerah, dan Hiswana Migas agar tetap mengoptimalkan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.500 di tingkat agen maupun pangkalan. Bahkan realisasi penjualan tabung gas elpiji 3 kg di luar operasi pasar selama periode Mei 2015 mencapai 19.978.117. Terinci penjualan wilayah Jateng sebanyak 17.934.557 dan DIY mencapai 2.043.560 tabung.

“Jumlah penjualan gas melon itu turun dibandingkan periode Januari di Jateng mencapai 22.474.560 dan DIY 22.825.720 tabung,” beber dia.

Ia mengungkapkan operasi pasar di lapangan Pertamina menemukan permainan di tingkat pengecer memborong elpiji 3 kg dan menjualnya kembali dengan harga tertinggi. Dengan OP, maka Pertamina dapat mengambil langkah untuk membatasi pembeliannya agar tepat sasaran dan langsung kepada pengguna.

“Terbukti penyerapan user sangat rendah dan belum perlu melakukan pembelian elpiji 3 kg bersubsidi tersebut. Maka, pengecer tidak bisa melakukan aksi borong karena OP yang dilakukan itu,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka