Jakarta, Aktual.com – PT Pertamina (Persero) telah menyanggupi pengelolaan 7 blok terminasi dari sebanyak 8 blok yang ditugasi oleh Pemerintahan. Sikap ini merupakan hasil pengkajian evaluasi proyek menggunakan skema Gross Split.

Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Kementerian ESDM tertanggal 22 Juni 2017. Sedangkan untuk 1 blok sisanya, dia minta waktu pengkajian lebih lanjut bersama pemerintah.

“Blok terminasi kita kirim surat. Dari delapan blok, ada satu yang kita minta evaluasi,” kata dia, dutulis Sabtu (24/6).

Adapun 8 blok yang dimaksudkan yakni Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok South East Sumatera (SES), Blok NSO, Blok B, Blok Tengah, dan Blok East Kalimantan.

Namun sayang, Alam enggan menyebutkan blok mana yang perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut diantara 8 blok yang telah ditetapkan penugasan sejak Pada 18 Januari 2017.

Dia berjanji akan segera menyampaikan term and conditions sebagai bahan yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

“Kira-kira yang mana lah, bisa ditebak. Nanti lah kalau sudah final, enggak boleh mendahului perundingan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui bahwa pada awalnya Pertamina menyanggupi untuk mengelola 8  blok tersebut, namun seiring terbitnya ketentuan skema pembagian hasil migas menggunakan sistem geoss Split, maka Pertamina meminta pengkajian ulang secara keekonomian proyek.

Sementara dikabarkan banyak KKKS dari berbagai negara telah menyampaikan ketertarikan untuk bergabung dengan Pertamina dalam mengelola diantara sejumlah blok penugasan tersebut.

(Dadangsah Dapunta)

(Eka)