Paslon Petarung Di Pilgub DKI Jakarta 2017

 

Jakarta, Aktual.Com-Dalam rilis terbaru Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengatakan bahwa swing voters atau pemilih yang masih bisa berubah terhadap pilihannya lebih banyak pada pemilih muslim.

Seperti dikatakan Peneliti LSI Ardian Sopa dalam keterangan persnya, di Graha LSI, Jakarta Timur, Jumat (10/2/2017).

“Sebesar 24.2 persen pemilih dalam kategori Muslim masih bisa berubah dari 75.8 persen pemilih muslim sudah menetapkan pilihannya (strong voters),” kata Ardian.

“Sedangkan pada pemilih non muslim sebesar 12.0 persen yang masih bisa berubah dari 88.0 persen pemilih strong voters,” kata Ardian.

Tidak hanya itu, sambung Ardian, jika dilihat dari segmen kesukuan, maka suku yang masih bisa berubah atas pilihannya jelang Pilkada DKI 2017 yakni Jawa dab Sunda.

“Suku Jawa di Jakarta masih bersifat swing voters sebesar 26.8 persen, sedangkan suku Sunda 24.6 persen yang juga masih dapat berubah,” ucap Ardian.

Tidak cukup disitu, LSI kata Ardian, coba memasukan segmen para pemilih yang memilih sesuai partai politik yang didukungnya pada 2014 kemarin dan menjadi pendukung para Paslon.

“Hasilnya, konstituen kolisi partai pendukung Anies memiliki angkat tinggi pemilik swing voters sebesar 24.2 persen, dibandingkan konstituen koalisi Agus 22.3 persen dan Ahok 21.5 persen,” sebut Ardian lagi.

Oleh karena itu, ia menegaskan dua kandidat yang paling mampu menarik simpati swing voters akan menjadi dua kandidat yang akan masuk ke putaran kedua nantinya.

“Dan kandidat yang paling sedikit merebut swing voters akan tersingkir di putaran pertama, dan ini patokan sederhana namun sangat penting untuk menang,” pungkas Ardian.

Pewarta :Novrizal Sikumbang

(Bawaan Situs)