Jakarta, Aktual.co — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2014 hanya 4,71 persen, di bawah ekspektasi beberapa pihak. Plt Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan mengatakan jika pertumbuhan ekonomi turun di level stabil selama tidak mengganggu defisit transaksi berjalan akan lebih baik bagi kurs Rupiah.

“Kalau pertumbuhan ekonomi melaju terlalu cepat di atas 6-7 persen, otomatis impor pesat dan dengan meledaknya impor, defisit transaksi berjalan akan meledak, dan otomatis pembiayaan akan melemah,” ujar Fauzi di gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta, Jumat (8/5).

Lebih lanjut dikatakan dia, pertumbuhan ekonomi yang nilainya rendah tersebut justru lebih baik jika kualitasnya tinggi.

“Artinya, didukung oleh pertumbuhan infrastruktur dan manufaktur yang kompetitif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2015 sebesar 4,71 persen year-on-year, sedangkan secara kuartalan turun 0,18 persen. Angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan triwulan pertama 2014 yang sebesar 5,21 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka