Jakarta, Aktual.com — Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong atau lebih dikenal Tom Lembong mengatakan ekonomi global masih mengalami goncangan dan tekanan. Kondisi ini sangat terasa pada perdagangan global yang mengalami penurunan tingkat ekspor dan impor pada suatu negara hingga terjadinya penurunan pertumbuhan Ekonomi.
Tom Lembong juga mengungkapkan, untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri pada kuartal pertama 2016 belum mencapai targetnya dan dia merasa kecewa atas keadaan ini.
“Kuartal pertama cukup mengecewakan, padahal saya pikir bisa diatas 5 persen karena BI dan Menteri Keuangan estimiasinya 5,1 persen, tapi nyatanya 4,9,” tuturnya di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (12/5).
Namun demikian, dia melihat adanya tanda-tanda perbaikan secara perlahan. Contohnya, pada tahun lalu ekspor non migas mengalami penurunan 14 persen, namun saat ini hanya 4 persen.
Untuk memperbaiki ketidakstabilan ini, sambungnya, pemerintah akan mendorong perjanjian perdagangan dengan berbagai negara dalam berbagai sektor terutama sektor jasa.
“Tren di dunia ini sekarang makin ke sektor jasa. Di kuartal satu kita lihat komposisi pertumbuhan ekonomi, sektor yang mengalami pertunbuhan ekonomi paling tinggi sampai 8 persen itu sektro jasa. Di perdangan pun ekspor dan inpor jasa ini akan diupayakan pemerintah,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh: