Jakarta, Aktual.co — Misi eksplorasi planet Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berakhir sesuai rencana namun dramatis ketika pesawat antariksa MESSENGER menubruk permukaan Merkurius, demikian menurut pernyataan NASA, Jumat (1/5).

Pesawat antariksa MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, and Ranging (MESSENGER) menubruk Merkurius dengan kecepatan sekitar 8.750 mil per jam atau 3,91 kilometer per detik dan membentuk kawah baru di permukaan planet itu. Pengendali misi di Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (APL) di Laurel, Maryland, mengonfirmasi pesawat antariksa itu menghantam permukaan Merkurius pukul 03:26 EDT.

Pengendali misi mengonfirmasi akhir operasi pesawat itu beberapa menit kemudian, pukul 03:40, ketika stasiun Deep Space Network (DSN) NASA di Goldstone, California, tidak mendeteksi sinyal pesawat antariksa itu.

“Keluar dengan sebuah pukulan saat menumbuk permukaan Merkurius, kami menyambut MESSENGER sebagai misi yang lebih dari sukses,” kata John Grunsfeld, pejabat Science Mission Directorate NASA di Washington.

“Misi MESSENGER akan memberi para ilmuwan ladang hasil baru saat kita mulai fase selanjutnya dari misi ini–menganalisis data yang sudah ada di arsip, dan mengungkap misteri Merkurius,” katanya di laman resmi NASA, Jumat.

Sebelum tumbukan, tim perancang misi MESSENGER memperkirakan pesawat antariksa itu melewati beberapa mil cekungan berisi lava di Merkurius sebelum menabrak permukaan dan membuat kawah permukaan yang lebarnya diperkirakan 15,24 meter.

Kepergian MESSENGER di planet kering kecil yang paling dekat dengan matahari itu tidak teramati, karena pesawat menabrak bagian planet yang menghadap jauh dari Bumi, sehingga teleskop-teleskop di Bumi tidak bisa menangkap momen tabrakan itu.

Artikel ini ditulis oleh: