Semarang, Aktual.co — Pesawat Turkish Airlines yang membawa sebanyak 224 penumpang, tergelincir saat take off dari landasan pacu bandara Kathmandu di Nepal, Rabu (4/3) kemarin. Akibatnya, satu-satunya operasional bandara Internasional di Nepal harus dihentikan sementara, guna proses evakuasi penumpang pesawat.
Pihak Otoritas Bandara menyatakan, bahwa awak Airbus A330 pertama kali mencoba mendarat pesawat sekitar pukul 07:00 WIB (atau pukul 08:30 ET/ waktu setempat, Selasa). Ketika pesawat mendarat, justru tidak menyentuh landasan pacu bandara,
Menurut salah satu penumpang Deepak Malhotra, pihak otoritas mengumungkan, bahwa pesawat tidak bisa mendarat karena jarak pandang tidak terlihat karena cuaca buruk.
CNN melaporkan, bahwa pesawat Turkish Airlines tergelincir dan tidak dapat mendarat di landasan pacu bandara. Posisi pesawat saat turun justru melengking dengan bagian kepala pesawat menukik.
Meskipun pendaratan gagal, kata juru bicara Maskapai Turkish Airlines, tidak ada korban yang mengalami luka cukup serius.
Namun demikian, insiden itu melumpuhkan aktivitas keluar masuk berbagai Maskapai dari Bandara Internasional Tribhuvan. Itu dikarenakan sebagian dari Airbus A330 sedang bergerak untuk melakukan proses evakuasi bagian dari landasan pacu.
“Bandara Nepal tidak memiliki alat berat yang diperlukan untuk memindahkannya,” kata Ratish Chandra Lal Suman, Kepala Otoritas Penerbangan Sipil wilayah pegunungan Asia tersebut.
“Dan pesawat kargo besar yang bisa dibawa dapat membantu pekerjaan mendarat sekarang,” imbuhnya.
Setelah mereka mendarat di tempat lain, di Nepal, lanjut dia, itu bukanlah pilihan baik. Sebaliknya, pihak berwenang sedang menjajaki untuk terbang dengan membawa peralatan untuk dibawa ke India.
Hingga saat ini, semua penerbangan internasional ke Kathmandu telah dibatalkan sampai informasi penerbangan kembali lancar. Pembatalan termasuk 40 pesawat yang tiba dan 40 pesawat penerbangan yang batal diberangkatkan pada Rabu kemarin.
Artikel ini ditulis oleh:

















