Ilustrasi panen padi

Kendari, aktual.com – Petani di beberapa sentra persawahan di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara memprediksi panen padi di awal musim tanam 2020 akan terlaksana setelah perayaan lebaran 1441 H.

“Harusnya kita panen sebelum puasa tahun ini atau akhir April 2020, namun karena kondisi irigasi dan intensitas curah hujan yang kurang maka terjadi penundaan,” kata Anton (57), salah satu petani sawah di Kecamatan Rumbia, Bombana, Senin [30/3].

Menurut Anton, meskipun ada irigasi teknis di daerah ini, namun kondisinya tidak mampu lagi mengairi sawah yang mencapai ratusan hektare. Apalagi debit air di sungai itu juga menurun drastis akibat kemarau berkepanjangan di  2019 .

Bahkan ada puluhan hektare padi sawah milik petani di musim panen 2019, yang sudah lebih awal menanam padi kini terancam kekeringan karena tidak ada lagi air yang masuk di areal persawahan mereka.

Ia mengatakan, dampak keterlambatan pola tanam di tahun lalu, persediaan padi yang dimiliki petani pun sudah mulai berkurang, sehingga memicu kenaikan harga gabah maupun beras ditingkat petani di wilayah itu terus meningkat.

“Saat ini, harga beras ditingkat petani mencapai Rp540.000 hingga Rp560.000 per 50 kilo gram, atau alami kenaikan dibanding sebelumnya yang hanya Rp520.000 hingga Rp530.000 per 50 kg,” ujar Iskandar, salah satu pemilik penggilingan padi di Bombana.

Ia mengatakan, kenaikan harga beras diperkirakan akan terus terjadi, karena musim panen petani di wilayah itu masih berlangsung lama yakni masih ada dua bulan lagi, karena umumnya tanaman padi petani masih berusia 30 hari dan 50 hari.

“Memang, ada beberapa kelompok tani yang sudah ada panen sebelum lebaran Idul Fitri namun luasannya tidak begitu luas karena lebih awal turun sawah akibat terbatasnya air dari irigasi setempat,” katanya.

(Eko Priyanto)