Jakarta, Aktual.co —Untuk meningkatkan pendapatan dan mendukung program swasembada pangan, petani Kabupaten Lebak, Banten, diminta mengembangkan penangkaran benih varietas unggul.
Saat ini hanya beberapa kecamatan saja yang sudah mampu mengembangkan penangkaran benih secara swadaya. 
Mereka yakni petani Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Sajira, Cimarga dan Warunggunung. Produksi benih varietas yang dikembangkan mereka bahkan sudah diterima PT Sangiang Sri dan Asosiasi Benih Banten.
“Kami berharap petani lainnya bisa mengembangkan penangkaran benih varietas unggul,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, Jumat (2/1).
Ujar dia, benih unggul yang dikembangkan petani adalah varietas Ciherang, Cigeulis, Mekongga dan Inpari. Mereka mengembangkan varietas unggul itu lewat pembinaan dari Balai Sertifikasi Benih Provinsi Banten.
Pengembangan penangkaran benih itu untuk memenuhi ketersedian varietas unggul sehingga dapat mendongkrak produktivitas pangan.
Dijelaskan Dede, kelebihan benih varietas unggul selain tahan terhadap serangan hama maupun penyakit tanaman, juga menguntungkan bagi petani. Sebab masa panen hanya 110 hari terhitung dari tanam. Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh petani mampu mengembangkan benih varietas unggul.
“Kami yakin tingkat pendapatan petani meningkat jika mereka menggunakan benih varietas unggul,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini petani Kabupaten Lebak setiap memasuki musim tanam membutuhkan benih sebanyak 1.000 ton dari areal tanam seluas 47.200 hektare. Tiap hektarenya, mereka butuh ketersedian benih unggul sebanyak 25 kilogram.
Saat ini, kebutuhan benih varietas unggul di Kabupaten Lebak mencukupi karena dipasok dari Balai Benih Induk (BBI) Bojongleles, juga penangkar swadaya serta subsidi.
Pemerintah menyediakan benih subsidi untuk petani Kabupaten Lebak sebanyak 150 ton. “Kami musim tanam Desember 2014 tidak kesulitan mendapat pasokan benih unggul itu,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh: