Ilustrasi- Petani sedang memanen padi

Mamuju, aktual.com – Petani di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) masih sangat membutuhkan alat pertanian dalam rangka meningkatkan potensi komoditas pertaniannya untuk membangun ekonomi daerah.

“Masalah petani di Sulbar adalah masih kurangnya sarana dan prasarana alat pertanian untuk para petani dalam mengelola komoditasnya untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata Pimpinan Kota Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kabupaten Mamuju Muh Suyuti, di Mamuju, Senin (25/10) ditulis pada Selasa (26/10).

Ia mengatakan, salah satu desakan FPPI Mamuju dalam peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 kepada pemerintah adalah meminta pemerintah memenuhi kebutuhan petani Indonesia.

“Momentum Sumpah Pemuda adalah perjuangan pahlawan bangsa untuk membangun negara ini, sehingga pemerintah juga harus berjuang membangun negara ini dengan memajukan sektor pertanian untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dia berharap pemerintah dapat lebih memprioritaskan pembangunan ekonomi di sektor pertanian, karena itu juga untuk membangun ketahanan pangan bangsa ini.

“Bangsa ini harus adil dan makmur dan pemerintah memiliki kewajiban memajukan pertanian, karena sektor pertanian Sulbar terbukti menjadi sektor yang paling besar mendorong kemajuan daerah,” katanya pula.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulbar Sukri Umar juga mengatakan para petani di Sulbar membutuhkan bibit berkualitas dan pupuk dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan membangun sektor pertanian.

“Pupuk bersubsidi dan bibit unggul menjadi hal yang terpenting bagi petani, jatah pupuk bersubsidi untuk Sulbar jangan dikurangi, namun justru harus ditambah untuk memajukan pertanian,” katanya.

Ia meminta pemerintah pusat dapat kembali menambah bantuan subsidi pupuk di Sulbar untuk meningkatkan kesejahteraan petani, selain bibit unggul bagi petani di Sulbar dapat disiapkan lebih baik.

“Hall itu untuk mendorong petani menghasilkan produksi komoditas pertanian yang lebih baik dan memiliki nilai pasar lebih tinggi,” katanya lagi.

Dia menyampaikan, 80 persen masyarakat Sulbar yang berpenduduk 1,5 juta hidup dari sektor pertanian, sehingga pemerintah pusat mesti terus memberikan bantuan pertanian untuk Sulbar.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)