Jakarta, Aktual.co —   PT PGN Tbk menargetkan penambahan pasokan gas sebesar 200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) ke pembangkit milik PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), anak perusahaan PT PLN Tbk.

Juru Bicara PGN Irwan Andri Atmanto mengatakan, pasokan gas ke pembangkit PJB tersebut akan mempercepat program konversi BBM pemerintah.

“Kami berencana memasok ke pembangkit baru dan eksisting berbahan bakar minyak di seluruh wilayah pembangkit PJB dengan potensi kebutuhan gas lebih dari 200 MMSCFD,” katanya di Jakarta, Senin (27/10).

Menurut dia, saat ini, PGN sudah memasok gas ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi, Jabar milik PJB.

PGN dan PJB menandatangani nota kesepahaman (MOU) tentang pemanfaatan gas bumi di Jakarta. MOU ditandatangani Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Pengembangan dan Niaga PJB Muljo Adji AG.

Sesuai MOU, selain menyediakan gas bagi pembangkit listrik, PGN juga membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi dan fasilitas pendukungnya untuk menyalurkan gas bumi ke pembangkit PJB.

“Kami juga bekerjasama dalam bidang yang lebih luas yang terkait dengan kegiatan usaha dari anak usaha dan atau afiliasi dari kedua pihak,” tegas Jobi dalam rilis.

PGN kini memiliki pipa transmisi dan distribusi sepanjang 6.000 km dengan volume penyaluran gas ke domestik setara 23 juta liter per hari.

Gas bumi PGN dipasok ke pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, SPBG serta rumah tangga.

PGN merupakan perusahaan terbuka dengan kepemilihan saham pemerintah 56,96 persen dan publik 43,04 persen.

()

(Eka)