Jakarta, Aktual.com — Anggota DPR RI Mercy Chriesty Barends mengingatkan agar masalah Blok Masela tak diselimuti kepentingan terselubung. Baik dari investor, maupun kepentingan istana. Pasalnya, opsi offshore dan onshore hanya pemantik keributan yang sengaja digelontorkan.
“Kebijakan negara buat saya geli, aneh. Didaerah lain nggak pernah ribut soal onshore offshore. Baru blok masela. Ada apa ada balik ini? Saya minta jangan main di air keruh. Onshore Offshore itu agenda Jakarta, lihat kepentingannya,” ujar Mercy Barends saat menghadiri rapat dengan SKK Migas di DPD RI, Senin (7/3).
Anggota Komisi VII ini meminta seluruh pihak terutama pemerintah untuk membuat suasana kondusif. Tentunya, dengan tidak mencampuradukan agenda Jakarta ke Blok Masela.
“Tolong bantu kami orang Maluku. Kita mestinya tenang tidak dikuasai agenda Jakarta. Mestinya buat susana kondusif,” ungkapnya.
Politikus PDIP ini menyarankan agar pemerintah membenahi sistem tata kelola migas agar Blok Masela memberikan keuntungan bagi masyarakat, khususnya di Maluku. Bahkan jika perlu, pemerintah menciptakan miniatur Singapura yang pembangunannya berkembang dengan pesat meskipun tak memiliki sumber daya alam melimpah.
Untuk itu, secara tegas Mercy mengatakan agar blok Masela dilakukan dengan skema Onshore. Ia pun meminta hasil konsultasi jika benar SKK Migas telah mengundang konsultan Onshore dan Offshore.
Mercy meyakini presiden Joko Widodo akan memberikan keputusan yang tentunya menguntungkan bangsa dan negara. “Kita memilih Onshore,”.
“Kita memilih Onshore. Sejak 2008 bicara soal offshore. Saya rasa butuh keputusan gila melakukan yang Onshore. Kalau nggak dilakukan, nggak akan ada Singapur kedua. Adanya market buat negara lain. Hasil ini mewakili masyarakat Indonesia, mudah-mudaham beliau (Jokowi) bisa mempertimbangkan yang baik buat bangsa ini terutama Maluku.”
Artikel ini ditulis oleh:












