Kendari, Aktual.com — Pasangan calon Anton-Haidirman resmi maju di Pemilihan Kepala Daerah Kolaka Utara 2017, setelah mendapatkan restu Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.

Keputusan DPP Golkar ini terbilang mengejutkan. Sebab, Golkar lebih memilih Anton yang notabene bukan kader dari pada Boby Alimuddin yang merupakan kader Golkar.

Sekretaris DPD Golkar Sultra Muhammad Basri mengatakan, alasan DPP Golkar memilih Anton ketimbang Boby adalah persoalan pilihan dan penilaian secara etika partai.

SK Anton-Haidirman, ujar Basri, ditandatangani Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham pada 19 September 2016.

Terlebih, DPP Golkar melihat Boby sudah mendapatkan dukungan PDI-P dan tidak berkomunikasi dengan Golkar soal wakilnya.

“Dia langsung menentukan sendiri pasangannya dan tidak ada koordinasi dengan partai. Keputusan DPP Golkar sudah final mengusung Anton-Haidirman di Pilkada Kolaka Utara,” ujar Basri, Selasa (20/9).

Sejak Awal, kata Basri, baik Anton maupun Boby diberikan kesempatan untuk mencari koalisi partai. Namun, hanya Anton yang minta petunjuk ke DPP soal wakilnya.

“Boby ini awalnya susah dapat partai. Tapi, pada akhirnya dia dapat PDIP. Namun, wakilnya dipilih sendiri.”

Untuk Muna Barat, lanjut dia, hingga saat ini belum ada keputusan. Menurutnya, masih banyak pertimbangan tentang dukungan Golkar di Muna Barat. “Bukan alot sebenarnya. Cuman banyak pertimbangan saja sehingga lama.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu