Jakarta, Aktual.co — Meski pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini dilakukan secara serentak, namun potensi gesekan untuk terjadinya konflik masih perlu diwaspadai.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy mengatakan bahwa pelaksanaan pilkada serentak tidak sebanding nantinya dengan pengamana dari kepolisian di setiap daerah.
“Teman-teman komisi II mengatakan bahwa kemungkinan potensi konflik adalah soal tenaga pengamanan yang kurang. Karena kalau pilkada tidak serentak bisa melakukan mobilisasi aparat,” kata Lukman di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (12/5).
“Tetapi dengan Pilkada serentak ini maka harus berbagi semuanya. Dan hanya itu saja kemungkinan terjadi clash dibawa aparat kepolisian yang minim karena harus berbagi dengan daerah lain,” tambahnya.
Kendati demikian, pihaknya sudah melakukan antisipasi atas potensi ‘clash’ yang kemungkinan terjadi, Seperti pengerahan massa pegawai negeri sipil (PNS) sebagi tim pemenangan calon.
“Sekarang sudah larangan dalam UU ini, bahkan bisa membatalkan pencalonan,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang