Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (tengah) saat menghadiri acara konsolidasi DPRD PKB se-Kalimantan di Kantor DPP PKB di Jakarta, Rabu (22/3/2017). Konsolidasi dilakukan untuk membangun strategi pemenangan pemilu 2019. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan mendesak Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan presiden 2019.

“Benar, sekarang para sukarelawan dan simpatisan Cak Imin sudah semakin menyatu dengan struktur untuk mendesak agar PKB segera memutuskan Cak Imin maju sebagai cawapres 2019,” kata Daniel di Jakarta, Selasa (27/2), Dia mengatakan seluruh kader PKB juga mendesak agar Ketua Umum PKB bisa maju sebagai cawapres 2019 dan mayoritas aspirasi mendorong Cak Imin duet dengan Jokowi.

Menurut Daniel ada tiga alasan kenapa Cak Imin layak maju, yaitu bagian utuh dari kekuatan kebangsaan yang mampu menyatukan Islam dan Nasionalis, selain visi kerakyatan yang selama ini diyakininya.

“Hal itu selain alasan Cak Imin memiliki basis dukungan massa yang kuat dari warga NU sehingga akan mendongkrak elektabilitas Jokowi,” ujarnya.

Daniel menilai capres siapa pun butuh wakil yang mampu mendongkrak dan menambah suara, dan Cak Imin memiliki itu, apalagi jumlah pemilih terbesar adalah Jawa.

Menurut dia, NU salah satu tiang penyangga keberadaan Indonesia sehingga PKB berkeyakinan tiang penyangga ini penting diberikan kesempatan untuk memimpin negara.

“Cak Imin sebagai Ketum partai akan memastikan Jawa Timur dan basis NU solid. Setidaknya 11 juta suara PKB adalah nilai tambah yang menentukan,” katanya.

Selain itu Daniel menjelaskan bahwa Cak Imin adalah kader bangsa yang memiliki sejarah perjuangan yang panjang sejak remaja dan menjadi bagian utuh dari kekuatan kebangsaan yang mampu menyatukan Islam dan nasionalis.

Dia mengatakan bagi Cak Imin yang harus segera dilakukan adalah tingkatkan daya beli dan pendapatan masyarakat, ekonomi umat, pendapatan masyarakat harus digenjot, khususnya menengah ke bawah seperti petani dan nelayan yang mayoritas adalah nahdliyin.

“Cak Imin akan wujudkan hilirisasi untuk petani dan nelayan. Mereka jangan hanya produksi tapi juga terlibat di industri hilirnya karena nilai tambahnya di sana, sehingga apabila nilai tambah bisa dinikmati petani maka daya beli akan terdongkrak, pertumbuhan ekonomi akan membaik,” ujarnya.

Daniel mengatakan Cak Imin menganggap negara harus tetap berperan untuk memperkuat dan melindungi industri lokal karena Indonesia harus berdaulat dan mandiri di bidang ekonomi pangan dan energi, dengan mengandalkan kekuatan anak bangsa sendiri.

ANT