Jakarta, aktual.com – Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera merespons hasil survei LSI Denny JA yang menunjukkan mayoritas responden menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Mardani menyatakan, PKS hingga kini belum menentukan sikap final terhadap usulan tersebut.
“Masih menimbang masukan dari beberapa NGO (Non-Governmental Organization),” kata Mardani kepada wartawan, Kamis (8/1/2025).
Anggota Komisi II DPR RI itu menjelaskan, di internal PKS masih terdapat pandangan yang berbeda. Sebagian kader mendukung Pilkada langsung oleh rakyat, sementara lainnya membuka opsi Pilkada melalui DPRD. Karena itu, partainya masih melakukan kajian mendalam terhadap sistem yang akan dipilih.
“Masih punya pendukung keduanya,” kata dia.
Mardani juga menanggapi hasil survei LSI Denny JA yang menunjukkan penolakan publik terhadap Pilkada lewat DPRD. Menurutnya, masyarakat memiliki hak penuh untuk menilai sistem demokrasi yang dianggap paling tepat.
“Publik punya hak untuk menilai. Karena sekali dalam lima tahun hak mereka untuk memilih langsung bisa dihapuskan,” ujar Mardani.
Meski demikian, ia menilai argumen dari pendukung Pilkada melalui DPRD juga perlu didengar dan dibahas secara terbuka.
“Tapi pendukung Pilkada melalui DPRD juga punya alasan. Bagus terus dijadikan diskursus publik dengan cerdas dan berbasis data,” tambahnya.
Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survei terkait wacana Pilkada tidak langsung atau dipilih DPRD. Dalam survei tersebut, mayoritas responden menyatakan tidak setuju, dengan penolakan paling kuat datang dari kalangan Generasi Z.
Para responden ditanya, “Apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana Pilkada tidak langsung atau dipilih oleh DPRD.” Hasilnya, 66,1 persen menyatakan kurang setuju atau tidak setuju sama sekali.
Rinciannya sebagai berikut:
- Kurang setuju/tidak setuju sama sekali: 66,1%
- Sangat setuju/cukup setuju: 28,6%
- Tidak tahu/tidak jawab: 5,3%
“Jadi dari data ini kita lihat bahwa di atas 65 persen menolak pilkada DPRD,” kata Ardian Sopa saat merilis hasil survei di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















