Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said resmi melepas jabatan Edy Hermantoro sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Meski begitu, Wagimin Naryanto mengaku belum mendapatkan SK terkait pengangkatannya sebagai Dirjen Migas. Ia juga menyebut pencopotan Edy Hermantoro dan penunjukan dirinya sebagai Plt sangat mendadak.
“Belum menerima SK-nya. Iya mendadak,” kata Naryanto saat ditemui usai rapat dengan Menteri ESDM di Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Selasa (4/11).
Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said mengaku telah menandatangani Surat Keputusan (SK) terkait pengangkatan Naryanto Wagimin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas.
“Hari ini saya tandatangani Surat Keputusan Pengangkatan Plt (Pelaksana Tugas) Dirjen Migas Naryanto Wagimin. Dia meneruskan tugas Edy Hermantoro,” kata Sudirman.
Sudirman mengungkapkan bahwa pencopotan Edy Hermantoro adalah upaya menguraikan sumbatan dan penyegaran dalam struktur organisasi KESDM. Dikatakannya, pencopotan tersebut telah berdasarkan objektifitas laporan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
“Laporan UKP4 banyak hal yang terhambat yang dampaknya pada industri,” ucapnya.
Seperti diketahui, diawal masa jabatannya Sudirman Said menyatakan bahwa jika dibutuhkan dirinya akan melakukan penyegaran dalam struktur kementeriannya.
Sebagai informasi, Naryanto Wagimin sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

()

(Eka)