Batang, aktual.com – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek pembangkit listrik tenaga uap Kabupaten batang, Jawa Tengah, melakukan pembayaran dana kompensasi pada ratusan buruh tani pada tiga desa terdampak, Selasa (28/6).

Presiden Direktur PT BPI, Mohammad Effendi di Batang, mengatakan bahwa sejak dimulai proyek PLTU Batang pada 2011, BPI bersama Pemerintah Kabupaten Batang secara aktif menyosialisasikan manfaat atas keberadaan proyek ketenagalistrikan yang menggunakan teknologi “ultra super critical” ini.

“PLTU Batang ini diharapkan akan memberikan manfaat yang sangat besar dan berdimensi luas. Beroperasinya PLTU ini akan mendukung pasokan energi nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan investasi khususnya di Batang dan Jawa Tengah,” katanya.

Ia yang didampingi Pimpinan PT BPI Batang, Ary Wibowo mengatakan sesuai analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal), BPI memiliki sejumlah program pengelolaan dampak aktivitas PLTU.

Selain rutin menyalurkan dana kompensasi sosial, kata dia, BPI melaksanakan program pemberdayaan untuk pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan alternatif bantuan atas perubahan pola mata pencarian setelah PLTU dibangun,” katanya.

Ia mengatakan BPI akan segera menyerahkan lahan yang dapat digarap oleh para petani dan buruh tani terdampak tersebut.

Lokasi lahan pengganti itu, kata dia, berada tidak jauh dari lokasi lahan PLTU Batang.

“Kepada para nelayan terdampak, kami juga memberikan solusi berupa pemasangan rumpon dan alat bantu navigasi pelayaran yang bermanfaat bagi para nelayan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Antara