London, aktual.com – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa mantan Pangeran Prince Andrew seharusnya hadir dan memberikan keterangan di hadapan komite Kongres Amerika Serikat (AS). Desakan itu muncul menyusul terbukanya dokumen terbaru yang mengungkap relasi Andrew dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Dokumen kasus Epstein yang dirilis ke publik oleh Departemen Kehakiman AS pada Jumat (30/1) memuat sejumlah email yang menunjukkan Andrew masih menjalin komunikasi rutin dengan Epstein selama lebih dari dua tahun setelah Epstein dinyatakan bersalah atas kejahatan seksual terhadap anak.
Dalam dokumen tersebut juga tercantum foto-foto yang diduga memperlihatkan Andrew tengah berjongkok dan menyentuh pinggang seorang perempuan tak dikenal yang terbaring di lantai. Identitas perempuan itu disamarkan dengan sensor pada wajahnya.
Menanggapi rilis dokumen itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (3/2/2026), Starmer menilai Andrew perlu tampil langsung di hadapan anggota Kongres AS untuk menjelaskan semua pengetahuannya tentang Epstein, demi kepentingan para korban.
“Siapa pun yang memiliki informasi harus siap untuk membagikan informasi tersebut dalam bentuk apa pun yang diminta,” kata Starmer saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat yang membawanya ke Jepang usai kunjungan empat hari ke China.
“Anda tidak bisa berpusat pada korban jika Anda tidak siap untuk melakukan itu,” ujarnya.
Sebelumnya, pada November tahun lalu, sejumlah anggota komite Kongres AS yang menyelidiki kasus Epstein juga telah menyerukan agar Andrew memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan terkait hubungannya dengan Epstein.
Raja Charles III dilaporkan telah mencabut gelar pangeran Andrew dan memintanya meninggalkan kediaman resmi di Kastil Windsor pada November lalu, setelah kembali mencuatnya relasi Andrew dengan Epstein.
Mantan pangeran berusia 65 tahun itu kini menggunakan nama Andrew Mountbatten-Windsor. Ia membantah melakukan pelanggaran hukum terkait Epstein dan sebelumnya mengklaim tidak lagi berhubungan dengannya setelah vonis tahun 2008, kecuali kunjungan ke New York pada 2010 yang disebut sebagai upaya mengakhiri relasi.
Namun, dokumen yang baru dirilis menunjukkan Andrew masih berkomunikasi dengan Epstein setelah vonis tersebut, termasuk membahas kemungkinan kerja sama bisnis dan pertemuan sosial.
Hingga kini, Andrew belum memberikan tanggapan atas rilis dokumen terbaru itu. Istana Buckingham juga menolak berkomentar.
Sejumlah email dalam berkas perkara bahkan memperlihatkan Epstein dan Andrew mendiskusikan perempuan-perempuan yang diusulkan Epstein untuk diperkenalkan kepada Andrew. Dalam salah satu korespondensi, Epstein disebut menawarkan untuk membawa tiga perempuan ke Istana Buckingham.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain
















