Jakarta, Aktual.co — Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
“Saya mengucapkan selamat menjalankan tugas kepemimpinan baru kepada Pak Jokowi dan Pak JK,” kata PM Najib setelah menghadiri Sidang Paripurna Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Balai Sidang Paripurna MPR, Jakarta, Senin.
Terkait dengan hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, Najib mengatakan kedua negara memiliki hubungan yang baik di berbagai bidang.
Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden JK, hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia akan semakin kokoh.
“Ini (pelantikan Presiden dan Wakil Presiden) adalah pertanda yang baik, mudah-mudahan hubungan Malaysia dan Indonesia akan semakin baik ke hadapan (ke depan),” kata dia.
Selain untuk menghadiri pelantikan Presiden Jokowi, PM Najib juga menyebut kehadirannya di Jakarta adalah untuk mengucapkan terima kasih kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Saya datang untuk merayakan, memberi penghormatan kepada presiden baru dan juga mengucapkan terima kasih kepada Pak SBY,” kata dia.
Perdana Menteri Najib Razak merupakan salah satu dari enam pemimpin negara sahabat yang menghadiri sidang paripurna pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden JK, yakni Kepala Negara Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden Timor Leste Taur Mata Huak, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill, Perdana Menteri Australia Tony Abbott, dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.
Selain itu, utusan khusus negara sahabat yang hadir adalah mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario, Menlu Selandia Baru, Murray McCully, Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Denis Manturov, Deputi Perdana Menteri Thailand, Menteri Industri dan Perminyakan Sri Lanka, Menteri Perdagangan Turki, utusan khusus Korea Selatan, utusan khusus Kanada, dan wakil kongres rakyat Tiongkok.
Tamu-tamu utusan khusus negara itu disebutkan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan saat membuka sidang pelantikan presiden dan wakil presiden berdasarkan daftar yang tercatat di buku tamu MPR.

()