Jakarta, Aktual.Com-Perdana Menteri (PM) Serbia Aleksandar Vucic merasa pede telah memenangkan pertarungan pada Pemilihan Umum Presiden Serbia di babak pertama, yang digelar Minggu 2 April 2017 kemarin.
Pada perhitungan suara sementara, Capres dari Partai Progresif Serbia (SNS) telah meraih 55 persen suara, angka itu didapat dari hitungan awal Komisi Pemilihan Republik Serbia dan beberapa exit poll.
Seperti dikutip Intellinews, kemenangan Vucic dinilai sebagai kemajuan positif bagi Serbia untuk melanjutkan proses masuk sebagai salah satu anggota Uni Eropa. Vucic setealh terpilih akan menunjuk PM baru Serbia dalam kurun dua bulan ke depan.
Kendati Pilpres Serbia diwarnai dengan kampanye hitam dan ujaran kebencian, tetapi sebelumnya kemenangan ini sudah dapat diramalkan. Sejumlah pengamat menilai Vucic bakal menang telak pada babak pertama, dan akan tetap menang seandainya pilpres berlanjut ke putaran kedua.
Kedigjayaan Vucic di putaran pertama, mampu mengalahkan 10 kandidat lainnya, dan kemenangan ini adalah hasil dari banyaknya oposisi yang tidak bersatu mendorong kandidat tunggal.
Kejutan terbesar yakni performa dari Sasa Jankovic, yang berhasil bertengger di putaran kedua meski sejumlah jajak pendapat menempatkannya di urutan bawah. Jankovic meraih 16 persen suara, berusaha menggalang dukungan dari masyarakat yang relatif berideologi tengah ke kiri.
Sejumlah spekulasi bermunculan di Serbia yang menyebut jika oposisi tidak akan menyerah dalam memperjuangkan perubahan di bawah pemerintahan Vucic. Sejumlah pengamat menilai oposisi di Serbia pada suatu saat akan membentuk sebuah koalisi efektif.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















