Padang, Aktual.com – Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat, Dayat, menginformasikan sejauh ini kondisi di Kota Padang, pascagempa masih terpantau aman.

Diakuinya, sirene tanda bahaya tsunami sempat berbunyi saat gempa. “Sampai saat ini juga belum diketahui apakah status tsunami itu sudah dicabut apa belum. Kita masih cari informasi,” ujar dia, saat dihubungi Aktual.com dari Jakarta, Rabu (2/3).

PMI Sumbar juga masih berupaya lakukan penyisiran ke wilayah pantai untuk mendatangi kantong-kantong pemukiman penduduk. Dari informasi yang diterima, penduduk sudah lakukan pengungsian ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman tsunami.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa untuk di Kota Padang. Sedangkan untuk kerusakan infrastruktur akibat gempa berkekuatan 8,3 SR itu juga masih dalam pantauan.

Dayat juga belum tahu untuk kondisi di Mentawai. “Sampai saat ini kita belum bisa menghubungi PMI di Mentawai, saluran teleponnya sibuk sekali sepertinya,” kata dia.

Kekuatan anggota PMI di Kota Padang saat ini berjumlah 50 personel dan sudah dalam keadaan siaga dengan dilengkapi lima ambulans. “Begitu juga petugas dari Pemadam Kebakaran sudah siaga,” kata dia.

Dayat mengatakan saat ini PMI Sumbar sudah membuka posko di zona aman di Kantor Wali Kota Padang.

()