Jakarta, Aktual.co — Polda Gorontalo tak memberikan izin bagi mahasiswa yang akan menggelar unjuk rasa saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan pada 5-6 Desember 2014.
“Sudah ada surat pemberitahuan unjuk rasa masuk ke kami. Saya izinkan, bahkan kalo perlu demo tiap hari. Tapi nanti hari Senin,” kata Kapolda Gorontalo Brigjenpol Andjaya di depan aktivis BEM dan mahasiswa saat berdialog dengan Gubernur dan Muspida, Kamis (4/12).
Kapolda menuturkan, tidak diizinkannya pelaksanaan unjuk rasa demi menjaga kondisi keamanan saat kedatangan presiden. Dia meminta mahasiswa untuk menahan diri dan menghidari potensi keributan.
“Kedatangan presiden adalah kehormatan buat kita rakyat Gorontalo. Saya minta kehormatan ini dijaga. Kita tunjukan kepada daerah lain kita menjadi tuan rumah yang baik.”
Meski tak diizinkan berdemo, aktivis mahasiswa bertekad tetap ingin berunjuk rasa. Sejumlah aktivis mengaku jika keinginan ini tidak bermaksud menolak kehadiran Jokowi, namun untuk menyampaikan kritikan terhadap presiden terkait sejumlah kebijakan.
“Kami bertekad tetap akan turun aksi. Kami tidak menolak kehadiran Jokowi. Kami unjuk rasa karena kebijakan Jokowi yang tidak pro rakyat,” kata Yowan Sukarno Ketua BEM Universitas Gorontalo.
Polda Gorontalo juga sebelumnya menyatakan personil pengamanan kedatangan presiden berjumlah 1.316, yang disiagakan di sejumlah titik yang terdiri dari unsur lantas, dalmas, brimob dan usur lainnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu















