Jakarta, Aktual.co — Polda Jawa Timur berharap keluarga dari garis vertikal mau dites DNA untuk mengidentifikasi korban. 
Garis vertikal ini, orang tua dan anak. “Jadi kalau anak yang menjadi korban, maka kedua orang tua dan kalau orang tua menjadi korban maka anaknya,” kata Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Budiyono di Bandara Juanda, Surabaya, Rabu (31/12).
Dia mengatakan, tes DNA yang dilakukan itu bukan dengan sepupu atau saudara yang lain. “Tidak kami harapkan.”
Dia mengatakan, DNA yang akurat merupakan dari garis keturunan terutama yaitu tadi, dari garis keturunan utama yang vertikal. Sejauh ini, sambung dia sudah ada 30 keluarga yang sudah melakukan tes DNA.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengatakan, tim DVI telah mengambil sampel DNA keluarga para korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. 
Menurut dia, sampel tersebut digunakan dalam proses antemortem oleh tim DVI untuk mengidentifikasi korban. “Tim DVI kita menyiapkan data antemortem dari keluarga, mulai dari DNA dan sidik jari. Jadi, suatu saat korban ditemukan, itu bisa dicocokkan,” kata Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12). 
Sutarman mengatakan, kendati tubuh korban dalam keadaan rusak, dengan adanya sampel DNA itu, tim DVI akan lebih mudah mengidentifikasinya. Sejumlah keluarga yang datang ke posko DVI di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, telah diambil DNA-nya oleh tim. 
“Kita langsung antemortem. Dari keluarga yang datang juga sudah kita minta. DNA bisa kita ambil dari rambut, dari kuku,” kata Sutarman. 
Tim SAR gabungan menemukan tiga jenazah yang diduga berasal dari pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang kontak pada Minggu (28/12) pagi. Tiga jenazah itu mengambang di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa siang. 
Ketiga jenazah itu ditemukan dalam kondisi tubuh lengkap. Namun, tim pencari masih belum bisa memastikan identitas ketiga jenazah tersebut. Hingga saat ini, badan pesawat AirAsia QZ8501 yang diduga jatuh di perairan dekat Pangkalan Bun belum ditemukan. 
Selain mencari korban yang mengambang di laut, petugas SAR gabungan juga berusaha mencari yang tenggelam di laut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu