Jakarta, Aktual.co — Polda Nusa Tenggara Barat siap mengusut oknum yang telah mengedarkan kunci jawaban ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP).
“Jika ada pihak yang melaporkannya, kami siap menindak tegas oknum yang tidak bertanggung jawab ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat AKBP M Suryo Saputro di Mataram, Rabu (6/5).
Dia mengaku, Kepolisian hingga kini belum menerima laporan mengenai persoalan yang tengah hangat diperbincangkan di media sosial mengenai kebocoran kunci jawaban UN SMP.
“Kalau ada data atau laporan yang resmi, baru bisa kita tindak lanjuti di lapangan,” ujarnya.
Setiap penyelenggaraan ujian nasional selalu ada oknum yang kerap membocorkan kunci jawaban UN, baik tingkat SMP maupun SMA, meski kebenaran kunci jawaban itu belum bisa dipastikan.
Menurutnya, kebocoran itu bisa saja terjadi tidak berawal di tingkat daerah, melainkan sudah dilakukan saat proses pendistribusian soal UN dari pusat menuju daerah.
Dia mengatakan untuk wilayah NTB pihaknya telah melakukan berbagai upaya mencegah terjadinya kebocoran soal UN tersebut. Bahkan, kata dia, saat proses pendistribusian ke daerah, pihaknya turut serta dalam pengawasan.
Suryo mengimbau seluruh pihak terkait untuk ikut memerangi peredaran kunci jawaban UN yang sumbernya belum jelas karena dapat merusak mental dan perkembangan kepribadian anak didik.
“Jadi, persoalan ini sebenarnya tidak hanya diatasi oleh pemerintah terkait maupun aparat penegak hukum, tetapi peran orang tua maupun sekolah juga sangat diharapkan dalam pencegahannya,” kata Suryo.
Terkait hasil temuan bukti kebocoran kunci jawaban UN SMP dari Ombudsman Perwakilan NTB, Suryo mengatakan bahwa pihaknya mengetahui hal itu dari media massa.
“Informasinya kami ketahui dari pemberitaan media, terkait laporannya belum ada yang masuk. Kalau pun ada, kami siap menindak tegas para oknum tidak bertanggung jawab itu,” ujar Suryo.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu















