Jakarta, aktual.com – Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah merealisasikan pembayaran uang muka sebesar 30 persen untuk pengadaan ratusan ribu kendaraan pikap yang diimpor dari India guna mendukung operasional logistik Koperasi Merah Putih. Bahkan, pada awal pekan ini sekitar 1.000 unit kendaraan tersebut diperkirakan telah tiba di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Joao di tengah adanya permintaan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad agar proyek impor 105.000 unit kendaraan pikap dan truk tersebut ditunda sementara.
Joao menjelaskan bahwa kesepakatan dengan produsen asal India tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses negosiasi panjang. “Awalnya Mahindra hanya mampu mensuplai 2.000 unit, kemudian kami melakukan lobi, melakukan diskusi yang cukup panjang. Sehingga mereka mau menutup lainnya hanya untuk memproduksi mobil sesuai dengan kebutuhan Agrinas. Oleh karena itu kami harus memberikan down payment 30 persen dan itu sudah kami lakukan,” kata Joao saat ditemui di kantor Agrinas, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Terkait dorongan penundaan dari DPR, Joao menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan lebih lanjut. Hingga kini belum ada kepastian apakah proyek tersebut akan ditangguhkan atau dibatalkan. Ia juga mengakui bahwa terdapat potensi konsekuensi kontraktual, termasuk kemungkinan denda, apabila terjadi pembatalan atau penundaan.
Nilai uang muka yang telah dibayarkan disebut mencapai Rp21,58 triliun. Meski demikian, Joao menegaskan bahwa pengadaan dilakukan dengan itikad baik dan optimisme bahwa proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana. “Kami melakukan pengadaan (impor kendaraan) dengan etika baik, kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan. Saya pikir kami harus optimis dan saya yakin bahwa apa yang kami lakukan in good faith pasti, kalau ada masalah ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama, itu mungkin hanya perlu ada penjelasan dan akan menjadi solusi,” urai Joao.
Ia menegaskan komitmennya untuk tunduk pada keputusan pemerintah dan DPR sebagai representasi suara rakyat. “Apapun keputusan negara, keputusan DPR itu adalah suara rakyat dan wakilnya rakyat. Saya sebagai Direktur Badan Usaha Milik Negara, saya akan taat, saya akan loyal dan saya akan manut apapun keputusan negara apabila itu memang untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Ke depan, Joao berencana berkomunikasi langsung dengan Sufmi Dasco Ahmad guna menjelaskan latar belakang keputusan impor tersebut. Menurutnya, sejumlah produsen otomotif telah dihubungi sebelumnya, namun tidak ada yang mampu memenuhi kebutuhan produksi dalam jumlah besar sesuai tenggat dan anggaran yang tersedia. Selain itu, harga yang ditawarkan dinilai melebihi alokasi yang disiapkan Agrinas.
Sebelumnya, Dasco menyampaikan agar rencana impor 105.000 unit kendaraan tersebut ditunda sementara, mengingat Presiden Prabowo Subianto masih berada di luar negeri dalam rangka kunjungan kerja. “Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” kata Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2).
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















