Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan sejumlah pertemuan yang dilakukan Presiden Jokowi dengan para tokoh nasional bertujuan untuk menyerap sejumlah aspirasi sebaik mungkin dalam kasus Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri terpilih.
Sebab, dalam mengambil sebuah keputusan presiden harus dapat menjaga hak preogratifnya.
“Beliau Presiden Jokowi menyerap aspirasi bagaimana baiknya agar antara hak prerogatif presiden terjaga dan hak konstitusional serta kehormatan DPR dan pemerintahan terjaga,” kata Tjahjo kepada Aktual.co, di Jakarta, Rabu (4/2).
Masih kata Tjahjo, pertemuan itu juga untuk bagaimana memahamkan masyarakat akan posisi konstitusional, baik ketatanegaraan maupun hukum kepada semua warga negara.
“Memahamkan masyarakat akan posisi konstitusional, posisi hubungan ketatanegaraan dan posisi Hukum yang semua warga negara harus taat dan paham posisi mekanimse hukum,” ujarnya.
Ia pun mengakui bahwa dilema bagi presiden untuk melantik atau tidak Komjen Pol Budi Gunawan. Misalnya, kata Tjahjo, presiden tidak melantik Kapolri yang sudah aklamasi disetujui DPR bisa anggap main-main dan inkonsisten.
“Kalau dilantik pada posisi opini keputusan KPK (walau asas praduga tidak bersalah harus ditegakkan) jadi wajar ketemu semua tokoh politik dan tokoh-tokoh lintas elemen Nasional,” pungkas mantan Sekjen PDI Perjuangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang