Surabaya, Aktual.com-Mediasi antara perguruan silat dengan suporter bola yang terlibat tawuran berakhir. Kedua pihak berjanji bakal meredam emosi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak polisi.
“Semua pihak paham posisinya. Oknum perguruan silat dengan niat yang tulus ingin meredam dan menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum yang akan diambil oleh kami, karena TKPnya berada di wilayah hukum Polrestabes Surabaya,” jelas Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal kepada Media di Surabaya, Minggu (1/10).
Dengan tewasnya dua pesilat Iqbal akan menindak tegas oknum suporter bola atau siapapun yang diduga telah melakukan pembunuhan.
“Siapa yang diduga melakukan pembunuhan tersebut akan kami proses hukum tanpa pandang bulu. Kami akan melakukan proses hukum secara maksimal. InsyaAllah nanti kami dapat mengungkapkan siapa pelakunya,” kata Iqbal.
Iqbal juga memastikan jika pasca mediasi, kejadian ini menjadi titik akhir dan tidak akan terulang lagi.
“Alhamduliah Pak Andi Peci sudah menyampaikan permohonan maaf, bela sungkawa, dan ini menjadi titik akhir. Kami tahu persis bahwa oknum suporter sepak bola ini sudah melakukan perubahan, bahkan 3 kali event waktu saya absen semua aman. Kejadian kemarin diluar dugaan kita,” tandas dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















