Jakarta, Aktual.co — Polres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, masih mendata jumlah TKI yang menjadi korban pembiusan dan perampokan.
Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Aszhari Kurniawan mengatakan, saat ini baru satu korban yang telah melaporkan kasus pembiusan kepada kepolisian. Korban tersebut yakni Alfian Toni yang baru tiba dari Abu Dhabi dan akan pulang ke Bekasi.
“Dari kasus tersebut, korban melapor dan kepolisian mengembangkan hingga akhirnya berhasil menangkap empat dari total enam tersangka. Tiga diantara pelaku terpaksa ditembak kakinya karena melawan. Sedangkan pelaku lainnya masih DPO dan terus dilakukan pengejaran,” kata dia di Tangerang, Rabu (4/3).
Sementara itu, TKI yang menjadi korban dan belum melapor atas kejadian tersebut yakni Teguh Supriyanto yang dibuang pelaku di Padalarang pada 25 Februari 2015. Samsuri dan Raga Bayu yang baru pulang dari Timur Tengah pada 7 Januari 2015 dan dibuang pelaku di Purwakarta. Dari kedua korban, pelaku berhasil mengambil uang sebanyak Rp60 juta.
Salah satu pelaku berinisial IF alias Klen ternyata pernah ditangkap di Jawa Tengah dengan kasus yang sama dan telah menjalani hukuman selama enam bulan di Semarang.
Keempat pelaku yang telah ditangkap, yakni RS alias Bolton, BD, JA dan IF alias Klen. Setiap tersangka memiliki peran seperti peracik obat bius, sopir mobil, berpura-pura sebagai TKI dan perencana.
Dia mengatakan, modus operandi yang digunakan pelaku, yakni mengaku sebagai TKI dari luar negeri dan menawarkan mobil tumpangan. Saat di pertengahan jalan, pelaku memberi minuman korban yang sudah dicampur obat bius.
“Ketika korban tak sadarkan diri, pelaku mengambil barang korban yang baru saja dibawa dari luar negeri. Pelaku membuang korban di hutan atau di jalan.”
Dari hasil keterangan yang diperoleh, pelaku telah melakukan 10 kali pembiusan dan perampokan barang milik para TKI yang baru tiba di tanah air dari luar negeri.
Barang bukti yang berhasil disita dari pelaku yakni buku tabungan korban, telepon genggam, pakaian dan barang bawaan lainnya hingga mobil yang kerap dipakai pelaku untuk mengantar korban pulang.
Adapun bandara yang kerap menjadi target operasi pelaku seperti Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Adisucipto, Bandara Husen Sastranegara Bandung dan beberapa lainnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















