Jember, Aktual.com – Akhirnya pelaku Teror begal payudara di Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang. Berhasil ditangkap, pasalnya teror begal payudara ini terjadi selama kurun waktu sebulan belakangan.

Hal ini terungkap kasus ini, setelah adanya korban yang notabene seorang guru SD negeri di desa setempat melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Sidomukti.

Guru SD yang enggan disebutkan namanya itu, mengaku menjadi korban begal payudara. Sabtu pagi (11/9) kemarin, saat melintas di jalanan desa yang sepi dan melewati pematang sawah.

Penangkapan terhadap pelaku sendiri, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Mayang, tak butuh waktu lama karena tak kurang dari 12 Jam, Polsek Mayang sudah berhasil membekuknya di pasar Barung mayang pada, minggu (12/09).

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution, jika pelaku begal payudara sudah diamankan polisi.

Terduga pelaku berinisial THL (22) warga Dusun Krajan, Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang. Pelaku diamankan polisi, saat berada di pasar burung.

“Saat itu pelaku sedang berada di pasar burung wilayah Mayang. Kemudian anggota kami mendatangi dan meringkus pelaku,” katanya.

Terkait motif pelaku melakukan aksi begal payudara itu, kata Bejul, masih dalam proses penyelidikan.

“Saat ini masih di Mapolsek sedang menjalani pemeriksaan. Nanti kami sampaikan hasil penyidikan. Apa motif pelaku melakukan aksi kejahatan itu,” tandasnya.

Sementara terpisah, Kepala Desa Sidomukti, Sunardi Hadi, menyampaikan terkait kasus begal payudara tersebut. Pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Mapolsek Mayang untuk memburu pelaku.

Namun diakui Hadi, terungkapnya kasus begal payudara itu sayangnya korban enggan untuk segera melapor ke polisi.

“Kita baru tahu setelah ada laporan warga. Yang korbannya ternyata setelah kita telusuri diketahui ada 8 orang. Untuk aksi pelaku ini dari pengakuan korban ada yang terjadi kemarin, dua minggu yang lalu, dan bahkan sebulan yang lalu,” kata Hadi saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Minggu (12/09).

Hadi mengakui, adanya aksi begal payudara di wilayah desanya itu. Membuat resah warganya.

“Tapi sayangnya setelah berlangsung lama, baru ada warga laporan. Sehingga agak lama penanganannya,” ucap Hadi.

Namun demikian, pihaknya merasa bersyukur karena pelaku dapat diamankan polisi. Terkait informasi singkat soal pelaku, pria yang melakukan aksi begal payudara itu diketahui sudah berkeluarga.

“Warga desa sebelah, tapi sering melintas di desa kami karena rumah istrinya di Desa Sidomukti. Terkait motif mungkin bisa ditanyakan ke polisi, karena saat ini sudah di Mapolsek dan diperiksa polisi,” tutupnya.

(Aminudin Aziz)

(A. Hilmi)