Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon menuding Wakil Presiden Jusuf Kalla sengaja menempatkan orang-orangnya di sektor yang berkaitan langsung dengan minyak dan gas.
Bahkan, bekas calon Gubernur Sumatera Utara itu mengatakan kalau Menteri BUMN di kabinet kerja Jokowi-JK, Rini Soemarno adalah orang Jusuf Kalla.
Tak hanya Rini Soemarno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil dan Menteri ESDM Sudirman Said juga disebut orang JK oleh Effendi.
“Saya dengar Sofyan Djalil, Rini Soemarno, dan Sudirman Said itu katanya orang-orang JK. tidak ada unsur PDIP-nya,” kata bekas wakil ketua komisi VII DPR RI periode 2009-2014 itu, di gedung DPR (5/11).
Sebelumnya, Effendi Simbolon mengkritisi beberapa tokoh profesional yang dipilih sebagai menteri dalam kabinet kerja pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Menurut eks wakil ketua komisi VII DPR RI periode 2009-2014 itu, para menteri berlatar belakang profesional di kabinet Jokowi-JK tak sejalan dengan ideologi PDI Perjuangan yang pro rakyat.
Para menteri yang dimaksud oleh bekas calon Gubernur Sumatera Utara itu, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri ESDM Sudirman Said.
“Sofyan Djalil, Sudirman Said, dan Rini Soemarno ini gak jelas. Ngapain mereka yang enggak sejalan dengan ideologi PDIP ditempatkan pada sektor vital seperti itu,” kata Effendi Simbolon di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (4/11) kemarin.
Tak hanya itu, dihari yang sama Effendi juga mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat bernafsu untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
“Pak JK (Jusuf Kalla) lebih nafsu daripada Presidennya (Joko Widodo) saya liat (soal penaikan harga BBM bersubsidi),” kata Effendi.
Untuk diketahui, bekas Kepala Staf Kantor Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno menempati posisi Menteri BUMN di Kabinet Kerja. Rini kembali masuk kabinet setelah pada era Presiden Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
Bekas istri Soewandi ini menjabat sebagai Menperindag pada periode 2001-2004. Setelah tak lagi menjabat sebagai menteri, Rini kembali sibuk berbisnis. Dia menjabat sebagai Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia pada tahun 2005 dan Komisaris Aora TV sejak 2008.
Rini dikenal sebagai salah satu orang dekat Megawati. Namanya kembali mencuat saat ditunjuk Jokowi untuk menjadi Kepala Staf Kantor Transisi. Sejak saat itu, Rini pun selalu berada di ring satu Jokowi hingga dilantik jadi presiden dan menggodok nama-nama menteri.

()