PM Malaysia Mahathir Mohamad. (Reuters/Olivia Harris)
PM Malaysia Mahathir Mohamad. (Reuters/Olivia Harris)

Kuala Lumpur, aktual.com  Seorang politikus Partai Keadilan Rakyat (PKR) Pahang, Malaysia melontarkan kata-kata keras terhadap Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad. Dia mengatakan bahwa jabatan Mahathir hanya sementara dan menyerukannya untuk tidak serakah.

Wan Fauzuldin Wan Samad mengatakan bahwa rakyat memilih Pakatan Harapan dalam pemilu lalu karena koalisi tersebut menyebut Mahathir sebagai perdana menteri sementara, menunggu Anwar Ibrahim bebas dari penjara.

“Rakyat tahu ini, yang karena itulah mereka tak punya keraguan soal memilih Pakatan,” ujar kepala komunikasi PKR tersebut seperti dilansir media Malaysia, The Star, Kamis (16/1/2020).

Wan Fauzuldin mengatakan, jika posisi Mahathir hanya sementara, maka dua tahun sebagai PM adalah logis dan masuk akal.

“Namun, jika Dr Mahathir berniat untuk melanjutkan peran sampai setelah pertemuan puncak APEC pada bulan November, maka dia akan menjabat selama sekitar dua setengah tahun sebagai perdana menteri,” tuturnya.

“Haruskah perdana menteri sementara ini menjabat lebih lama dibandingkan dengan perdana menteri yang sebenarnya diinginkan oleh rakyat, yang adalah Anwar? Tidak mungkin,” kata politikus Malaysia itu.

“Kita bisa menunggu Dr Mahathir hingga Mei 2020. Dua setengah tahun sampai tiga tahun berikutnya (sebelum GE15) adalah untuk Anwar. Jangan serakah,” cetus Wan Fauzuldin.

Bulan lalu, dewan kepemimpinan PKR Pahang menyerukan agar pengumuman transisi kekuasaan disampaikan awal tahun ini, dengan prosesnya dilakukan sebelum Mei 2020 mendatang.

Wan Fauzuldin juga mengingatkan para pemimpin Pakatan untuk tidak melupakan janji mereka dan mengingat siapa yang memicu gelombang kebangkitan rakyat pada tahun 1998.

“Kami masih memiliki kepercayaan pada Anda hari ini. Kami melakukan segalanya untuk mengangkat Anda ke posisi Anda. Hargai kami karena kami menghargai Anda di masa lalu,” kata Wan Fauzuldin.

“Jangan memulai sesuatu yang akan menyebabkan kami marah dan jijik. Kami mengkritik Anda di sana karena kami mencintai Pakatan,” tandasnya. (dtk)

(Eko Priyanto)