Jakarta, Aktual.co — Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon menyatakan yang harus dibenahi adalah Jokowi-JK bukan para menterinya.
Hal itu menanggapi isu perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Mantan Wakil Ketua Komisi VII ini juga menjelaskan, kalau mau ditelaah lebih jauh, bukan menteri-menteri kabinet kerja, tapi kinerja pimpinan kabinetnya yakni Jokowi-JK.
“Masa kita harus menyalahkan menteri-nya melulu kepala negaranya kan Presiden,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.  
Dia menjelaskan, tidak usah menutup mata lagi kalau banyak kesalahan yang dilakukan Presiden dan Wakil Presiden.
“Kenapa kita masih menutup mata?” tanyanya. 
Effendi juga menuding, Jokowi-JK melangar konstitusi negara. Seperti halnya negara kita sudah menganut sistem liberal ini, siapa yang harus disalahkan kalau bukan pemimpinnya?
Jadi, kata Efendi jangan kaget jika perekonomian kita terus merosot, karena banyak kepentingan asing di dalamnya. “Perekonomian kita sudah menganut sistem perdagangan bebas (liberal),” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan, kalau situasi seperti ini tak pantas jika menteri yang selalu disalahkan. “”Apa iya dengan sistuasi seperti ini selalu pembantunya yang disalahkan? Apakah yang harus bertanggungjawab itu para pembantunya? Yang harus disalahkan adalah pemimpinnya,” demikian Effendi.

Artikel ini ditulis oleh: