Jakarta, Aktual.co — Kepala Kepolisian Resor Supiori, Papua, AKBP Riyatan Anny mengatakan pencarian lima orang warga yang diduga hilang pada Rabu (7/1) melibatkan 20 kapal.
“Kami bersama Tim SAR gabungan melibatkan 20 kapal untuk mencari lima warga yang dikabarkan hilang,” kata Kapolres Supiori AKBP Riyatan Anny saat berada di Kota Jayapura, Papua, Kamis (15/1).
Dia mengatakan, pencarian itu masih terus dilakukan dengan Tim SAR dan Angkatan Laut dari Biak dengan menyisir dari arah Biak Utara ke Biak Timur.
“Kami terus siaga, mencari di berbagai titik yang diduga sebagai tempat mereka terbawah arus, tetapi cuaca kurang bersahabat, selain ombak yang tinggi, curah hujan juga menghalangi pencarian,” kata dia.
Riyatan Anny membenarkan soal perahu yang berkekuatan 15 PK yang ditumpangi oleh lima warga itu memuat sejumlah material yang diduga melebihi dari kapasitas angkut.
“Dugaan kami didalam perahu itu ada semen 10 sak dan gerobak yang diangkut, selain lima orang itu. Kemungkinan kelebihan muatan dan terjadi cuaca buruk di laut,” kata dia.
Sebelumnya, Badan SAR Biak memperluas rute pencarian lima warga yang hilang di Perairan Pulau Meosbepondi Distrik Supiori Barat, sejak Sabtu malam (10/1). “Kini kami meluaskan wilayah pencarian hingga 78 meter dari rute awal kapal berangkat yang dimulai sejak pukul 07.00 WIT,” kata Kepala SAR Biak, Marsudi.
Dia menuturkan, pencarian yang dilakukan pada hari ini belum membuahkan hasil namun, pihaknya memastikan akan terus menyisir rute perahu yang ditumpangi oleh kelima warga tersebut meskipun cuaca tidak mendukung dalam upaya pencarian.
“Kelima warga tersebut hilang pada Rabu (7/1), namun baru dilaporkan Jumat (9/1). Sekalipun demikian, kami langsung merespon dengan segera melakukan pencarian.”
Kelima warga yang dilaporkan hilang itu, yakni Vince Kapitarau dan Melkias Kafiar yang berprofesi sebagai guru, Frans Kafiar (10) Mika Sawor dan Fredrik Kafiar sebagai motoris.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















