Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan pengamanan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih Jokowi Widodo-Jusuf Kalla, Senin (20/10) telah dipersiapkan secara maksimal.
“Kesiapan Polri sudah lengkap dan maksimal setelah dilakukan ‘plotting’ (penempatan) anggota yang di titik pengamanan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie.
Ronny mengatakan, titik pengamanan yang dimaksud, yakni yang telah ditentukan sesuai rencana Operasi Mantap Brata 2014 seluruh Tanah Air.
Sementara itu, dia mengatakan, untuk pengamanan wilayah DKI Jakarta, personel yang disiagakan, yakni Operasi Mantap Brata Jaya Polda Metro Jaya.
Dia juga memastikan kesiapan pasukan TNI, pamdal dan Pemda Jakarta yang diperbantukan ke Polda Metro Jaya.
“Juga sudah dicek kesiapannya,” kata dia.
Ronny mengatakan Polri menjamin pelaksanaan pengamanan dari mulai pelantikan poresiden-wakil presiden hingga kirab budaya dan pesta rakyat di Monumen Nasional (Monas).
“Polri harus berani menjamin pengamanan besok aman, tertib dan lancar dibantu dengan dukungan semua pihak,” kata dia.
Sebanyak 24.815 personel akan disiagakan, baik personel Polri maupun TNI untuk mengamankan pelantikan lima tahunan itu.
Personel tersebut berasal tujuh polda yang ditarik ke Jakarta yakni Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Timur, Polda Lampung, Polda Banten, Polda Sumatera Selatan dan Polda Kalimantan Barat.
TNI juga berperan dalam pengamanan internal presiden, wakil presiden serta kepala negara atau kepala pemerintahan asing, selain itu juga diperbantukan untuk pengamanan langsung yang dikendalikan Pasukan Pengamanan Presiden Paspampres).
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjamin proses pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada 20 Oktober akan berjalan aman tertib sehingga masyarakat diimbau menjalankan aktivitas seperti biasa.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan pesta rakyat secara berlebihan agar semua kegiatan berjalan aman dan nyaman.

()

()