Jakarta, Aktual.co — Polri tak mengeluarkan anggran terkait eksekusi terhadap terpidana mati gelombang dua. Pasalnya, segala biaya yang dikeluarkan terkait eksekusi itu sepenuhnya ditanggung oleh Kejaksaan selaku eksekutor.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie mengatakan, pihaknya pun telah menyiapkan regu tembak yang akan melakukan eksekusi berdasarkan perintah eksekutor. Polri, kata Ronny, tak mengeluarkan anggaran terkait eksekusi itu.
“Biaya dari Kejaksaan Agung. Biaya pengamanan, regu tembak, minta bantuan TNI semuanya Kejagung. Anggarannya, anggaran eksekusi. Tidak ada anggaran dari Polri,” kata Ronny saat dikonfirmasi, Rabu (4/3).
Soal akan diperbantukannya TNI terkait penjagaan keamanan, kata Ronny, disambut postif oleh pihaknya. Langkah terkait hal itu tentunya dikoordinasikan antara jaksa eksekutor, Polri, dan TNI.
“TNI kan selalu siap membantu Polri dalam melaksanakan pengamanan apa saja termasuk pengamanan eksekusi mati. TNI bisa bantu pengamanan, bisa bantu alat juga, memang bisa diberikan,” terang Ronny.
Namun, Ronny menepis anggapan adanya ancaman lantaran diperbantukannya TNI terkait eksekusi tersebut. Mengingat, ada beberapa warga negera asing yang akan ‘didor’. Yang jelas, langkah antisipasi terkait keamanan telah dikoordinasikan baik Polri maupun TNI. Termasuk pengamanan Lapas jelang eksekusi.
“Tidak sampai ke situ ya. Jadi TNI itu mengamankan, Kejagung menjalankan eksekusi sesuai UU, Polri membantu Kejagung melakukan eksekusi tadi, pengamanan pelaksanannya dan sebagainya.”
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















