Jakarta, Aktual.co —Anggota DPRD DKI Prabowo Sunirman menyayangkan sikap ‘lepas tangan’ Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap PT Muara Wisesa Samudra (MWS) yang sudah memasarkan properti di Pluit City.
Kata politisi Gerindra tersebut, Ahok harusnya berpegangan pada Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2008 dalam menyikapi kasus ini. Dan bukannya malah seperti lakukan pembiaran begitu saja. “Martabat Pemda harus ditegakkan. Apa gunanya diterbitkan Pergub jika tidak ditegakkan?” ujar Prabowo, saat dihubungi Aktual.co, Senin (17/5).
Dia khawatir, jika pelanggaran seperti yang dilakukan MWS dibiarkan, akan membuat masyarakat yang lain juga berfikir tidak mentaati peraturan yang dibuat Pemprov DKI. “Karena Pemprov DKI juga tidak mentaati peraturan yang dibuatnya sendiri,” ucap dia.
Dengan kata lain, lanjut Prabowo, pembiaran atas pelanggaran yang dilakukan PT MWS seperti memperlihatkan sikap diskriminatif Ahok. Lantaran ‘lembek’ terhadap perusahaan besar tapi ‘keras’ terhadap pengusaha kecil seperti pedagang kaki lima (PKL). 
Prabowo menegaskan dirinya bakal tetap konsisten untuk menyoroti persoalan ini selama masih ada pelanggaran Undang-Undang. “Saya pasti tolak,” ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, ada perbedaan ‘sikap’ antara Ahok dan Sekretaris Daerah DKI Saefullah dalam menanggapi pemasaran yang sudah dilakukan PT MWS di Pluit City.
Saefullah mengecam pemasaran terhadap produk di Pluit City. Sebab PT MWS baru mengantongi izin reklamasi saja untuk Pulau G, tapi belum untuk izin pemasaran. “Kita ingatkan kepada pengembang untuk tidak melakukan aktivitas marketing,” ujar dia. 
Urusan pemasaran perusahaan properti, ujar dia, sudah diatur di Peraturan Gubernur (Pergub) DKI No. 8/2008 tentang Peluncuran (Launching) dalam Rangka Pemasaran Property. Dengan demikian pemasaran yang dilakukan di Pluit City dianggap telah melanggar Pergub tersebut.
Namun Ahok justru bersikap berbeda. Jumat pekan lalu, dia mengatakan tak bisa melarang para pengembang reklamasi untuk memasarkan properti yang bakal mereka bangun di atasnya. Dia berdalih hal itu sudah jadi watak pengusaha pada umumnya untuk mengejar profit. “Susah kalau kayak gitu. Seluruh pengembang pasti ingin masarin,” ujar Ahok, Jumat (15/5).
Ahok menambahkan, pemasaran itu juga bagian dari strategi perusahaan untuk menganalisa daya tarik masyarakat, untuk menentukkan harga di kemudian hari. “Itu strategi, dia pinter,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh: