Jakarta, Aktual.com — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan sektor swasta sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/2/2026) malam.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha guna menyelaraskan peran masing-masing dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
“Beliau mendapatkan banyak masukan, juga input dari para pengusaha yang intinya adalah bagaimana peran sektor swasta, pengusaha, dan pemerintah harus berjalan beriringan. Konsepnya adalah Indonesia incorporated,” kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun kerja sama erat antara pemerintah dan dunia usaha sebagai fondasi penguatan ekonomi nasional. Konsep Indonesia incorporated dipandang sebagai strategi untuk memastikan kebijakan pemerintah selaras dengan kebutuhan sektor riil.
Menurut Prasetyo, sektor swasta yang kuat dan berkembang merupakan salah satu kunci utama pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar dunia usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Disepakati bahwa sektor swasta yang kuat dan maju harus kita bantu. Kita dorong, karena salah satu kunci ekonomi ada pada teman-teman swasta dan pengusaha ini,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, para pengusaha juga menyampaikan berbagai masukan terkait pengembangan sektor industri padat karya, seperti tekstil, garmen, dan alas kaki. Penguatan sektor-sektor tersebut dinilai strategis karena berkontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing industri nasional.
Selain itu, pemerintah dan pelaku usaha sepakat mengenai pentingnya memperkuat orientasi pasar global. Langkah ini dinilai krusial agar produk industri dalam negeri mampu bersaing dan memanfaatkan peluang perdagangan internasional.
“Persaingan bisnis tidak bisa hanya mengandalkan pasar domestik, sementara negara lain mengambil pangsa pasar yang sebenarnya merupakan keunggulan kompetitif kita,” imbuh Prasetyo.
Ia menambahkan, pertemuan Presiden dengan Apindo menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menyelaraskan kebijakan ekonomi dengan dinamika global, sekaligus memaksimalkan potensi pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi yang solid antara negara dan dunia usaha.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi














